Lelang Infaq Genteng Untuk Pembangunan Masjid Assalam

Assalamu ’alaikum Wr. Wb.

Masjid Assalam merupakan sebuah masjid sederhana sebagai sarana ibadah bagi lebih dari 150 KK di Perumahan Puri Bukit Depok. Bangunan masjid seluas ± 250 m2 yang dibangun tahun 2005 tersebut, pada 2 Oktober 2011 dimulai pekerjaan renovasi dimana fisik bangunan kondisinya belum terpasang plafon dan masih beratapkan asbes. Saat ini kegiatan renovasi sedang berlangsung yang diperkirakan hingga 1 – 2 bulan kedepan. Dana yang terkumpul hingga 18 November 2011 melalui penggalangan infaq warga maupun dari pihak eksternal sudah mencapai Rp. 137,608,950,-. Sebagian dana yang terkumpul sudah dibelanjakan untuk kebutuhan material dan pekerjaan renovasi masjid sedang berlangsung. Sisa saldo saat ini masih belum menutup khususnya kebutuhan genteng yang harus segera tersedia.

Berikut beberapa foto masjid yang sedang kami renovasi. Foto kami ambil pada dalam beberapa waktu.

Update foto masjid yang sedang kami renovasi. Foto kami ambil pada 30 Oktober 2011.

Kami bermaksud menyampaikan penawaran lelang infaq khususnya kebutuhan genteng untuk Masjid Assalam. Harga per satuan genteng adalah Rp. 4.500,- (Empat Ribu Lima Ratus Rupiah). Kami selaku panitia membuka kesempatan seluas-luasnya kepada kaum muslimin dan muslimah dimana pun berada untuk memberikan infaq donasi bagi kegiatan renovasi ini.

Jika ada informasi lebih lanjut yang Bapak/Ibu perlukan sehubungan dengan renovasi Masjid Assalam, silakan menghubungi panitia dengan contact person:

1)      Krisdiyanto (0813-10216243), 2)  Edi (0856-8742185), atau 3) Lisno (0857-82422670).

Demikian penawaran lelang infaq ini kami sampaikan. Terima kasih, Insya Allah apa yang kita sumbangkan akan menjadi amal yang pahalanya senantiasa mengalir meskipun kita sudah di alam barzah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua. Amiin.

Wassalamu ’alaikum Wr. Wb.

Renovasi Fisik Masjid Assalam Dimulai

Alhamdulillah, dengan dana infaq yang telah terkumpul lebih kurang Rp. 103 Juta, akhirnya panitia mengambil keputusan untuk memulai kegiatan fisik renovasi. Dengan harapan, bahwa kekurangan biaya yang telah dianggarkan dapat terkumpul sambil berjalannya kegiatan fisik renovasi. Insya Allah, dengan adanya kegiatan fisik yang sudah dapat dilihat maka makin banyak masyarakat baik internal maupun donatur eksternal yang tergugah untuk berinfaq bagi upaya pembangunan masjid Assalam. Dengan tetap optimis bahwa Allah akan memberikan jalan dan kemudahan, upaya penggalangan dana kembali dioptimalkan baik ke dalam maupun ke luar. Semoga Allah senantiasa memberikan jalan kemudahan untuk upaya ini. Amiin.

Buatmu Ibu


SEPULUH RESEP MUJARAB UNTUK MENTADABURI AL-QUR’AN



1. Hati
:
Artinya bahwa hati adalah alat untuk memahami AL Quran. Sedangkan hati berada ditangan Allah SWT yang sifatnya berbolak balik sesuai dengan kehendak Allah SWT. Terkadang dalam keadaan Taqwa namun suatu saat bisa saja berubah menjadi durhaka. Seorang pembaca Al Quran sangat membutuhkan pertolongan Allah SWT didalam merawat hati. Jika hati selalu terawat, maka pesan Al Quran akan mudah meresap kedalam jiwa. Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa memusatkan hati dan fikiran pada saat menerima sinyal-sinyal robbani. Bagaimana mungkin sinyal-sinyal robbani akan bisa diterima dengan baik jika penerima sinyal (hati –red) dalam kondisi rusak. Rusak karena virus dunia yang menghancurkan sistem security didalam jiwa. Maka, mintalah kepada Allah SWT agar diberikan hati yang jernih, hati yang hidup, hati yang senantiasa terawat dan terjaga. Begitu banyak doa-doa yang bisa kita ungkapkan dihadapan Nya. Salah satu doa tersebut adalah “ Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbii Alaa diiinik.”

2. Tujuan atau Urgensi:
Maksudnya adalah agar kita senantiasa menghadirkan dalam benak kita, “ Untuk apa saya membaca Al Quran “ Apakah untuk sekedar memenuhi target khataman ? Apakah karena dorongan pahala yang menjanjikan dengan 10 kebaikan pada tiap hurufnya ? Atau karena tugas harian yang dibebankan ? Beragam motivasi yang kita miliki. Maka beragam pula manfaat yang kita dapatkan. Manfaat Al Quran akan lebih terasa jika kita bertujuan agar mendapatkan Informasi berharga dari Al Quran yang bisa kita gunakan didalam menjalankan System Operasi Kehidupan Manusia.

3. Solat:
Sangat dianjurkan sekali proses tadabbur Al Quran dilakukan didalam Solat. Merenungkan bacaan demi bacaan akan lebih mudah dilakukan pada saat solat dibandingkan diluar solat. Kita dituntut untuk menghadirkan hati kita, mengkhusyu’kan jiwa-jiwa kita, memusatkan konsentrasi kita. Kesempatan meraih suasana jiwa seperti ini lebih besar didapatkan ketika kita sedang melakukan solat.

4. Malam:
Waktu yang paling tepat untuk mentadabburi Al Quran adalah waktu malam hari. Dan inilah Fitrahnya. Allah menciptakan malam salah satu tujuannya adalah sebagai waktu istirahat. Bukan hanya istirahat fisik, namun juga istirahatnya jiwa. Dengan suasana jiwa dalam keadaan tenang, bebas dari kesibukan duniawi, membuat sinyal-sinyal robbani akan menguat sehingga mudah ditangkap oleh penerima sinyal yaitu hati manusia.

5. Minggu:
Hendaklah setiap kita mempunyai target untuk mengkhatamkan Al Quran setiap Minggu. Bagi kebanyakan orang memang sangatlah berat. Berat atau tidak sifatnya sangatlah relatif. Karena banyak juga orang yang mampu mengkhatamkan kitab-kitab novel yang tebalnya lebih dari Al Quran hanya dalam waktu satu hari. Mengapa bisa? Karena mereka menikmati bacaannya. Jika sudah menikmati, yang terasa berat menjadi sangatlah ringan untuk dilakukan. Tentu saja ini dilakukan dengan proses. Setahap demi setahap. Target khataman 3 bulan sekali. Meningkat menjadi 2 bulan sekali. Meningkat lagi ke sebulan sekali. Setelah terbiasa, khataman seminggu sekali akan terasa mudah untuk dilakukan.

6. Hafalan:

Hendaklah setiap kita membaca Al Quran dengan hafalan. Mengapa ? Membaca dengan menghafal akan memudahkan hati dalam meresapi bacaan. Apalagi bacaan dilakukan didalam solat. Mana mungkin bisa konsentrasi jika solat dalam keadaan membolak balik mushaf. Disibukkan dengan huruf dan lembaran kertas.

7. Mengulang-ulang:
Hendaklah setiap kita mengulang ayat-ayat sampai benar-benar meresap kedalam jiwa. Semaking sering sebuah lafazh diulang maka semakin mudah memahami sebuah makna.Tanpa disadari, pengulangan sebuah Lafaz dapat melahirkan pengagungan dan ketakjuban dari apa yang dibaca. Sebagai contoh, jika seseorang merasa takjub terhadap sebuah kisah atau kalimat, maka ia akan mengulang-ngulangnya sendiri, ataupun untuk orang lain.

8. Mengaitkan:
Hendaklah setiap kita selalu mengaitkan setiap bacaan dengan realia kehidupan kita. Caranya dengan mengimplementasikan Al Quran didalam waktu hidupnya malam ataupun siang. Dengan cara seperti ini Al Quran akan selalu hidup didalam hatinya. Setiap realita hidupnya selalu sejalan dengan yang diarahkan oleh Al Quran. Setiap ada persoalan selalu ada jawabannya dari Al Quran.

9. Membaca dengan perlahan:
Janganlah tergesa-gesa didalam membaca ayat ayat Nya. Hanya karena menginginkan target khatamannya tercapai. Ibnu Katsir berkata : Bacalah Al Quran dengan perlahan karena hal itu akan membantu untuk memahami Al Quran dan Mentadabburinya. Dan dengan cara seperti inilah Rosulullah membaca Al Quran. Aisyah berkata : “Beliau membaca Al Quran dengan tartil seolah-olah menjadi surat terpanjang.”

10. Mengeraskan suara:

Karena sesungguhnya mengeraskan suara lebih membantu untuk konsentrasi dan perhatian.

Sumber:
Dr. Khalid Abdul Karim al-Halim (Kitab Mafatih Tadabburil Qur’an)

Rumah Baru Assalam

Alhamdulillah, untuk lebih menjaga keberlanjutan, masjid Assalam telah merilis website baru sebagai subdomain www.puribukitdepok.web.id. Adapun alamatnya adalah http://assalam.puribukitdepok.web.id. Silakan kunjungi website ini yang merupakan duplikasi dari https://puriassalam.wordpress.com. Semoga dengan demikian, arus informasi tentang Puri Bukit Depok dapat lebih luas sehingga perkembangan masyarakat juga semakin maju secara lebih baik. Amiin.

Zakat Untuk Pembangunan Mushola/Masjid


Bagaimana hukumnya bila zakat yang kita keluarkan digunakan untuk membantu pembangunan musholla? Itu adalah sebuah pertanyaan yang kami kutip dari eramuslim. Atas pertanyaan ini, Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz menjelaskan sebagai berikut:

“Diperbolehkan menyalurkan zakat untuk membangun masjid (musholla) dari sisi kebajikan yang tidak ada kepemilikan didalamnya sebagaimana pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan hal itu berdasarkan keumumuman ayat:

وَفِي سَبِيلِ اللّهِ

Artinya : “Untuk jalan Allah.” (QS. Al Taubah : 60)

Walaupun pendapat madzhab yang empat tidak sependapat dalam hal ini. Dan apa yang disebutkan ini terdapat didalam tafsir ayat ini yang ditulis oleh Fakhruddin ar Razi : ”Ketahuilah bahwa tampak lahiriyah ayat وفى سبيل الله tidaklah terbatas pada orang-orang yang berperang. Terhadap makna ini telah disebutkan al Qaffal didalam tafsirnya dari sebagian fuqoha bahwa mereka memperbolehkan penyaluran zakat kepada seluruh tempat-tempat kebaikan, seperti : mengakafani mayat, pembangunan benteng, pemakmuran masjid karena firman-Nyaوفى سبيل الله adalah bersifat.” Demikianlah pendapat ar Razi.

Pemilik kitab “Syarh ar Raudh an Nadhir” sepakat dengan pendapat ar Razi dengan mengatakan bahwa pendapat orang-orang yang membolehkan hal itu yaitu penyaluran zakat untuk mengkafani mayat, membangun masjid beralasan bahwa keduanya termasuk didalam jenis سبيل الله (jalan Allah) karena jalan Allah adalah jalan kebaikan secara umum walaupun kalimat itu banyak digunakan untuk suatu kata dari makna yang dikandungnya yaitu jihad dikarenakan banyaknya penggunaan hal itu pada masa awal-awal islam akan tetapi hal itu bukanlah dari sisi hakekat kebiasaan (urf) yang memasukkan segala macam perbuatan yang mendekatkannya kepada Allah dengan memandang kepada kemaslahatn umum dan khusus kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya. Inilah pendapat yang tampak didalam perkataannya. Bisa dikatakan bahwa tampak lahiriyah سبيل الله (jalan Allah) adalah bersifat umum kecuali jika terdapat dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian berdasarkan pendapat sebagian fuqaha kaum muslimin yang membolehkan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid (musholla) atau yang sejenisnya maka apabila seorang muzakki (orang yang wajib atasnya zakat) menyalurkan zakatnya yang wajib untuk membangun masjid maka terlepas sudah atas dirinya kewajiban zakatnya dan dia akan mendapatkan pahala dari Allah swt. (Fatawa al Azhar juz I hal 139)

Permasalahan penyaluran zakat untuk pembangunan masjid atau musholla masih menjadi perselisihan dikalangan para ulama baik para ulama terdahulu maupun saat ini dikarenakan perbedaan didalam melihat makna “fii sabilillah”.

Sebagian ada yang mengkhususkan bahwa makna وفى سبيل الله hanya untuk orang-orang yang berperang atau berjihad sementara sebagian lainnya melihat bahwa kalimat itu mencakup seluruh aktivitas kebaikan selama tidak ada nash atau dalil yang mengkhususkannya.

Dengan demikian ada baiknya seorang muzakki yang ingin menyalurkan zakatnya kepada pembangunan sebuah musholla perlu melihat keadaan daerah akan dibangunnya musholla di situ, panitia pelaksana pembangunannya serta kebutuhan masyarakat tersebut akan keberadaan sebuah musholla.

Jika dia melihat bahwa masyarakat itu sangat membutuhkan keberadaan musholla untuk sholat berjama’ah, pengajaran agama, pusat penyebaran syi’ar islam ditengah mereka sementara mereka tidak mempunyai dana yang cukup maka diperbolehkan baginya menyalurkan zakatnya untuk itu. Akan tetapi jika dia melihat bahwa musholla yang akan dibangun itu terletak di daerah orang-orang kaya atau biaya pembangunannya sudah cukup di cover oleh pemerintah, donatur baik lembaga atau perorangan, atau pun keberadaannya tidaklah mendesak untuk pengembangan keagamaan masyarakat setempat dikarenakan sudah adanya beberapa masjid di sekitarnya yang sudah bisa dirasakan mafaatnya oleh masyarat setempat maka sebaiknya dia tidak menyalurkan zakatnya kepada pembangunan musholla yang seperti ini.

Wallahu A’lam

Dikutip dari:
www.eramuslim.com

Kupon Infaq Donasi Renovasi Masjid Assalam

Dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, panitia renovasi Masjid Assalam mengeluarkan kupon sebagai bukti pembayaran zakat, infaq, shadaqoh, dan waqaf bagi kegiatan renovasi Masjid Assalam. Ada 4 nominal yang telah kami persiapkan, yaitu Rp. 5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000,- dan Rp. 50.000,-. Kupon ini dimaksudkan untuk mempermudah penggalanggan donasi dari donatur yang bersifat bersifat personal, misalkan rekan kantor dan keluarga. Sedangkan untuk donatur yang bersifat institusional/kelembagaan panitia telah mempersiapkan kwitansi khusus.




Alhamdulillah… kupon infaq ini merupakan hasil infaq dari rekanan Pak Budiono. Semoga yang berinfaq mendapatkan rahmat dan hidayah senantiasa dari Allah SWT. Amiin. Terima kasih juga buat Pak Budi atas desain dan bantuan sehingga penggadaan kupon ini panitia tidak mengeluarkan dana. Insya Allah kita efesienkan dana yang telah terkumpul.

– Panitia –